22September2017

KicirKicir.com

Blusukan Kabut Asap Jokowi Menuju Pengadilan Kejahatan Lingkungan Hidup

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Panglima TNI Gatot Nurmantyo meninjau lokasi kebakaran lahan di Desa Pulo Keronggan, Kecamatan Pedamaran Timur, OKI, Sumsel minggu (6/9). (Antara Foto/Nova Wahyudi)

Jalanan Bandung padat akibat pawai Bobotoh Persib

Sejumlah jalanan di Kota Bandung dan Cimahi, padat oleh kendaraan bobotoh Persib yang sedang melakukan konvoi kemenangan pada Piala Presiden di kota itu, Minggu.

PENUMPANG KRL COMMUTERLINE TELANTAR DI STASIUN KLENDER BARU

Jakarta, Kicirkicir.com-Ketika KRL CommuterLine berhenti di Stasiun Klender Baru dari Jakarta pada Minggu (26/6) sekitar pk. 21.30 tiba-tiba diumumkan oleh pihak stasiun dan announcer KRL, bahwa ada gangguan persinyalan di Stasiun Cakung. Kepada penumpang dihimbau untuk menggunakan moda transportasi lain, mengingat lamanya waktu pemulihan sinyal tidak disebutkan secara pasti oleh pihak stasiun.

Namun anehnya, PT KAI dalam respon twitter kepada beberapa penumpang menyatakan, bahwa gangguan di Cakung disebabkan oleh adanya antrian KA pada jalur sehingga perjalanan KRL tertahan di Klender Baru.

Melihat jawaban atas kasus tertahannya KRL tersebut terlihat tidak sinkron, lantas bagaimana pertanggungan jawab PT KAI/KCJ terhadap hak publik mendapatkan jawaban yang benar jika ada masalah KRL seperti itu? Tertahannya KRL CommuterLine di Stasiun Klender Baru hingga 1 jam pada malam itu telah membuat puluhan penumpang keluar dari stasiun Klender Baru mencari alternatif pengganti moda transportasi lain dengan mengeluarkan dana pribadi penumpang itu sendiri. "Kami sudah bosan dengan nada pernyataan "minta maaf" yang disampaikan berulangkali oleh pihak announcer maupun pihak stasiun," ujar Kadir, penumpang KRL yang merasa rugi harus mengeluarkan ongkos tambahan untuk naik angkot menuju ke kota Bekasi.

Penumpang lainnya menyesalkan sikap Pimpinan PT KAI maupun PT KCJ yang tidak segera mengambil putusan jika terjadi penghentian sementara perjalanan KRL sebelum sampai di tujuan. "PT KAI/KCJ harusnya menyiapkan moda transportasi pengganti dong, bukan penumpang harus menanggung sendiri biayanya," ujar Salim.

Yang mengherankan lagi, pihak PT KAI/KCJ tidak dapat memprediksi lamanya waktu perbaikan sinyal rusak di Cakung (jika info ini benar), karena sekitar lebih 1 jam ternyata KRL sudah diperkenankan jalan kembali.

Berita Lainnnya

Gaya Hidup

KICIR KICIR NEWS

 Tentang Kami  -  Redaksi  -  Pedoman Media Siber - Lapak  -  Karir  -  Advertising  -  Privacy Policy  -  Disclaimer

Copyright @ 2015 Kicir News, All right reserved